• Koleksi Terbaru Perpustakaan
  • Tampilan Internet Free Untuk Pemustaka
  • Ruang baca Perpustakaan
  • Ruang Baca Perpustakaan
  • Ruang Koleksi Umum
  •  Ruang Koleksi Umum
  • OPAC PERPUSTAKAAN STIPAP
  • Ruang Koleksi Referensi
  • Ruang Koleksi Referensi
  • Ruang Baca Referensi
  •  Ruang Baca Referensi
  •  Pelayanan Sirkulasi
  • Telaah Pustaka
  •  Telaah Pustaka
  • Tampilan Depan Perpustakaan
  •  Tampilan Depan Perpustakaan
  •  Persentasi Perpustakaan Terbaik Sumatera Utara Tahun 2013
  •  Tampilan Kampus STIPAP
  •  Tampilan Kampus STIPAP
  •  Tampilan Kampus STIPAP
  •  Penghargaan Perpustakaan Terbaik Sumatera Utara
  •  Penghargaan Perpustakaan Terbaik Sumatera Utara
  •  Penghargaan Perpustakaan Terbaik Sumatera Utara
  •  Tampilan Kampus STIPAP
  •  Tampilan Kampus STIPAP

Welcome To Blog Library STIPAP Medan

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Library Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan Medan

LIBRARY AWARDS 2014

Perpustakaan Terbaik 2013

Rabu, 22 Januari 2014

Air Mata Cinta

0 komentar
Air Mata Cinta
Cewek : Mas, saya mau ngomong sesuatu.

Cowok : Ya, silakan mau ngomong apa?

Cewek : Mantan aku datang padaku, dia minta balikan..!

Cowok : Hah? Lalu apakah kau masih mencintainya?

Cewek : Entahlah, tapi dia datang lebih dulu darimu mas. Menurut mas, apa yang harus aku lakukan?

Cowok : Kalau kau masih sayang sama dia, pergilah padanya!

Cewek : Mas tidak cemburu? Mas tidak marah?

Cowok : (menunduk dengan suara lemah) buat apa aku marah, mungkin dia bisa menjaga kamu lebih baik dariku. Aku tahu, kalau memang benar kau mencintaiku, tak akan mungkin kau tega berpaling dariku. *setetes air mata pun jatuh membasahi pipi*

Cewek : (terdiam, terpaku dengan kata-kata kekasihnya) Mas. dengarkan aku, pandanglah aku..! Aku tak inginkan yang lain, aku janji akan menjaga cinta kita berdua, aku takkan pernah meninggalkanmu demi laki-laki lain. *lalu menyeka air mata kekasihnya*
Janganlah menguji tahap kecemburuan seorang lelaki, karena cemburunya akan terpendam hingga meneteskan air mata. Air mata bagi lelaki sangatlah berarti, lelaki akan terasa mati jika hatinya dilukai dan tak dihargai.

Apa Yang Istimewa Dari Seorang Wanita ?

0 komentar
seorang wanita
Seorang anak yang sudah remaja bertanya pada ayahnya.

Anak : “Ayah, mengapa seorang wanita itu sangat mudah menangis?”

Ayah : “Seorang wanita itu mudah menangis karena Allah menciptakan bahu yang cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberi kenyamanan!”

Anak : “Menopang dunia?”

Ayah : “Iya, karena wanita memiliki peranan sangat penting di dunia ini!”

Anak : “Bisa ayah jelaskan apa yang istimewa dari seorang wanita?”

Ayah : “Allah memberikan kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak, dan menerima penolakan yang sering datang dari anak-anaknya. Allah memberi kekerasan untuk membuatnya tegar saat orang lain menyerah, namun dia mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”

Anak : “Seistimewa itu yah.?”

Ayah : “Bukan hanya itu, Allah juga memberikan kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan. Bahkan ketika anak-anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”

Anak : “Ternyata wanita itu sungguh luar biasa ya, ayah?!”

Ayah : “Masih ada lagi keistimewaan yang dimilik seorang wanita.”
Anak : “Apa itu yah?”

Ayah : “Allah memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalan dan melengkapi tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya. Allah memberi kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa suami yang baik tak akan pernah menyakiti istrinya. Tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.”

Anak : “Lalu bagaimana dengan lelaki?”

Ayah : “Lelaki harus membuat wanita merasa nyaman dan terlindungi saat berada disampingnya. Jangan pernah membuat hati wanita terluka, jika lelaki berniat mempermainkan wanita, ingatlah pengorbanan wanita yang telah melahirkannya.”

Jangan Menyakiti Wanita

0 komentar
Jangan Pernah Menyakiti Wanita
Seringkali wanita menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.

Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita.

Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.

Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan.
“Tuhan, mengapa sih wanita sering menangis? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya,” keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya:

“Karena wanita itu unik. AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.
KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak.

KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.

KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.

KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.

KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi.

KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian.

KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian.

KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.

KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan.
Tapi jika suatu saat ia menangis.

Itu karena AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.”

Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. “Aku akan membantumu menghapus luka batin itu…”
Jadi, jangan pernah menyakiti wanita.

Jika Esok Tak Pernah Datang

0 komentar
 Jika Esok Tak Pernah Datang
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji, Aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, Untuk berhenti dan mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu.

Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya,  Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa.

Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.

Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?
Karena bila esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesali hari.

Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman. Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seorang yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka.

Jadi, dekap erat orang-orang tersayangmu hari ini dan bisikkan di telinga mereka, bahwa kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.

Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “aku tidak apa-apa”

Dan bila esok tak pernah datang, kau takkan menyesali hari ini.

[Norma Cornett Marek ~ 1989]

Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun

0 komentar
Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun
Ketika sore sepulang kerja seorang suami melihat isteri yang tertidur pulas karena kecapekan bekerja seharian di rumah. Sang suami mencium kening isterinya dan bertanya, ‘Bunda, udah shalat Ashar belum?’ Isterinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami, ‘sudah yah.’ Isterinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu isterinya memasak kesukaan sang suami.
‘Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah.’ Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya.

Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Isterinya bertanya, ‘Ayah, kenapa suka makan kepala ayam padahal aku sama anak-anak paling tidak suka ama kepala ayam.’ Suaminya menjawab, ‘Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka ayah suka makan kepala ayam supaya isteriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak.’

Mendengar jawaban sang suami, terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak. ‘Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangmu.’ ucap sang isteri. Suaminya menjawab dengan senyuman, pertanda kebahagiaan hadir didalam dirinya.

Kita seringkali mengabaikan sesuatu yang kecil yang dilakukan oleh sosok ayah kita, namun memiliki makna yang begitu besar, di dalamnya terdapat kasih sayang, cinta, pengorbanan dan tanggungjawab.
Semoga cerita diatas kita bisa mengambil hikmah dengan mencintai setulus hati ayah kita yang telah berkorban untuk anak dan isterinya.

Pemenang Kehidupan

0 komentar
Pemenang Kehidupan
Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.
“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”

Sahabat, Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.
“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Belajar Dari Merpati

0 komentar
Belajar Dari Merpati

  1. Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka berganti pasangan? Jawabannya adalah “tidak”! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.
  2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah “tidak”!
  3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya, “tidak”!
  4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya? Jawabannya, “tidak”!
  5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan “kepahitan” sehingga tidak menyimpan dendam.
Jika seekor burung merpati bisa melakukan hal-hal di atas, mengapa manusia tidak bisa? Hidup itu indah jika kita saling mengerti, berbagi, dan menghargai! Setuju..?

Arti Kehidupan

0 komentar
 Arti Kehidupan

Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Mencari Kebahagiaan

0 komentar
Mencari Kebahagiaan

Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian.

“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.
Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram.

“Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor kupu-kupu. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata si kakek. Meski merasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang bermekaran serta kupu-kupu yang beterbangan di sana.

Dari kejauhan di kakek melihat si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya. Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rerumputan, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya.

Si kakek mendekat dan menghentikan si pemuda. ”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?”

Si kakek dengan tegas dan melanjutkan, ”Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisik kupu-kupu itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu.

Demikian pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu mengerti?”

Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tampak senang. ”Terima kasih pak Tua. Sungguh pelajaran yang sangat berharga. Aku akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..”
Kakek itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.
Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Tetapi sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya tidak kemana-mana tetapi justru ada di mana-mana. Kebahagiaan bisa hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan tentunya setiap hati yang selalu mensyukuri.

Marah dan Putus Asa

0 komentar

Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.

Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang, tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji.
Tajamnya mata gergaji, menyebabkan perut ular terluka. Tapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.

Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.
Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.

Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.
Ia pun membelit kuat gergaji itu. Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati.

Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang dilukai adalah diri kita sendiri.

Mengapa? Karena perkataan dan perbuatan di saat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di kemudian hari.

Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah (atau setidaknya mampu meredakan marah) terhadap situasi buruk yang mungkin kita alami.

Selasa, 20 November 2012

Kenangan Itu Bernama Ibu

0 komentar
Berat hatiku menulis puisi tentang Ibu, karena aku pasti akan mulai menangis. Kenangan tentang Ibu terlalu indah dan tak kan bisa terwakili oleh kata-kata sepuitis apapun. 
Kenangan tentang Ibu terlalu detail, melekat, mendalam sehingga sulit untuk dituliskan apalagi sekedarmelalui puisi. Dari Ibu masih seorang wanita muda yang melahirkanku di usia 35 tahun sebagai anak keenamnya, hingga Ibu yang begitu khusyu, siap, tenang dan tegar menghadapi maut pada 40 hari yang lalu.

Kenangan tentang Ibu adalah kenangan perayaan ulang tahunku yang ke enam, saat itu beliau rela memasak makanannya sendiri demi pestaku yang dirayakan pertamakalinya di TK.

Kenangan tentang Ibu adalah kenangan saat aku sakit campak, semalaman aku digendong agar bisa tidur tanpa raut wajah lelah dan mengantuk sedikitpun.

Kenangan tentang Ibu adalah kenangan Pasar Baru, saat Ibu membelikan sepatu di toko sinar terang, makan bakmi gang kelinci sebagai hadiah aku masuk SMP negeri.

Kenangan tentang Ibu adalah ciuman yang aku terima bertubi-tubi di pipi dan di kening saat aku diterima di U lewat UMPTN.

Kenangan tentang Ibu adalah kenangan Klinik Diabet Nusantara, sebulan sekali Ibu biasa kontrol. Jika gulanya sedang bagus aku slalu bergegas ke cafe lantai 3 membelikan roti keju atau roti abon kesenangan beliau. Dan beliau tersenyum gembira, moment yang sangat membuat diriku sangat berguna sebagai seorang anak yang berbakti kepada ibunda tercinta.

Kenangan tentang Ibu adalah kenangan malam terakhir di saat aku tidur menemaninya di rumah sakit, Biasanya Ibu tidur menghadap langit-langit, tetapi pada malam itu beliau tidur mengahadap kanan seraya menatap diriku yang sedang tidur di kasur bawah. “Ma, belum tidut?”, “Nggak bisa tidur, pengen cepat pulang ke rumah”. Seolah beliau tahu bahwa malam ini malam terakhirnya, maka wajahnya menatapku sementara aku tertidur pulas kelelahan sehabis pulang kerja.Ibu begitu ramah dan ‘welcome’ menghadapi malaikat maut Banyak kulihat orang berada dalam proses sakaratul maut, tapi bagiku proses Ibu adalah yang terindah dan terlembut

Kenangan tentang Ibu adalah pandangannya yang tajam dan menembus jauh di saat menjelang kepergiannya. 3 jam sebelum kepergian beliau, aku pamit pulang untuk mengambil baju dan perlengkapan lainnya, Andai saja saat itu aku tahu, pasti aku akan menemani dan berbincang terakhir dengan beliau, bibiku sempat bilang sebelum kondisi Ibu drop beliau minta dikecup keningnya dan diusap tangannya, hal yang sering aku lakukan saat aku datang menunggu ataupun saat aku akan pergi dari rumah sakit.

Kenangan tentang Ibu adalah di saat aku memandang jasad Ibu yang sudah ditinggalkan ruhnya menuju arsy. Aku telepon satu persatu kakak-kakak, saudara dan kerabat, entah kenapa perasaan ikhlas dan tenang datang menghampiriku sementara justru orang-orang yang aku telepon menangis tersedu-sedu. Semua tidak percaya Ibu pergi begitu cepat, kondisinya memang sudah membaik meski sempat di ICU selama 3 hari, bahkan dokter akan mengijinkan pulang, namun takdir berkata lain. Alloh sayang kepada Ibu dan keluarganya sehingga beliau wafat dalam kondisi yang sehat, bukan di ruang ICU dengan memakai alat-alat Bantu pernafasan.

Kenangan tentang Ibu adalah saat memandikan jenazahnya yang begitu ringan dan singkat. Ibu dulu yang memandikan kami sambil menyanyikan lagu dengan wajah tersenyum. Dan kini kami yang memandikan Ibu sambil mencoba tersenyum dan memanjatkan doa-doa. Kenangan tentang Ibu adalah wajah Ibu yang kembali muda, segar dan cantik sesudah kami mandikan. Seolah semua tanda-tanda bekas sakit..hilang dari wajah Ibuku tercinta. Melihat wajah Ibu yang tersenyum membuat wajahku tersenyum melepas kepergiannya, meskipun di dalam dada ini bergejolak rasanya dan Alhamdulillah ada “bendungan besar” yang mampu menahan jatuhnya air mataku sejak di rumah sakit hingga mencium wajahnya untuk terakhir kali.

Kenangan tentang Ibu adalah kedatangan Ibu di mimpi-mimpiku di saat aku merindukannyaUntuk Ibunda tercinta….
Maafkan aku jika hanya sedikit waktu luang yang kuberikan padamu sementara dirimu mencurahkan seluruh waktumu dari aku lahir hingga saat ini. Maafkan aku yang terkadang kurang sabar menghadapimu sementara hatimu seluas samudra dan slalu memahamiku. Dan benar aku tak bisa berhenti menulis dan menangis…jika tentang Ibuku.Maka seperti biasanya aku akan berdoa untuk menghentikan tangisanku..Allahummaghfirlaha…Ya Allah ampunilah ia…Ibuku tercinta Warhamha…..Sayangilah iaWa’afiha…..Tinggikanlah derajatnyaWa’fu’anha…..Maafkanlah ia Wa laa tahrim ajroha…Jangan halangi balasan pahala untuknyaWa laa taftinna ba’daha….Jangan datangkan fitnah sesudah kepergiannyaWa akrim nuzulaha….Muliakanlah kedatangannya. Wa wasi’ madkholaha….Lapangkanlah jalan masuknyaWannawir quburaha…
Terangilah kuburnyaWaj’al Jannatal matswaha…Dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggalnyaWarzuqha…bi Rahmatika ya Arhama Raahimin. Serta berikanlah ia rizki dengan rahmatMu ya Allah yang Pengasih dan PenyayangAir mataku pun berhenti…karena aku yakin Ibu kini berada dalam kesentausaan di sisiNya. Amin   

Ketika Dia Sudah Tua

0 komentar
Ketika Dia Sudah Tua, bukanlah dia yang dulu.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadapnya.
Ketika pakaiannya kotor karena makanan, ketika dia lupa cara memakai pakaian, ingatlah bagaimana dia dahulu mengajarimu.
Ketika dia berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkannya, ketika kau kecil, dia harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali diceritakan agar kau tertidur.

Ketika dia memerlukanmu untuk membantunya, jangan marah padanya, ingatlah sewaktu kecil, ia harus memakai segala cara untuk membantumu.
Ketika dia tak paham dengan hal-hal yang baru, jangan menertawakannya, pikirkan bagaimana dulu dia begitu sabar menjawab setiap "MENGAPA" darimu.
Ketika dia tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahnya, seperti dia memapahmu saat kau belajar berjalan.

Ketika dia lupa akan apa yang dibicarakan, berilah dia waktu untuk mengingatnya.
Sebenarnya baginya, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disampingnya mendengarkannya, dia sudah puas.
Ketika kau memandangnya yang mulai menua, janganlah bersedih.

Mengertilah, dukunglah dia seperti dia menghadapimu ketika kau mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu dia memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temanilah dirinya menjalankan sisa hidupnya.
Beri dia cinta dan kesabaranmu, dia akan memberikan senyuman yang tulus, dalam senyum itu terdapat cinta yang tak terhingga untukmu.

Renungan seorang anak untuk Ibu

0 komentar
Mari kita renungkan bersama..
Kenanglah IBU yang menyayangi kita,
untuk IBU yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi...
Ingatkah kita ketika IBU rela tidur tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuh kita...









Ingatkah kita ketika jemari IBU mengusap lembut kepala kita??
dan ingatkah kita ketika airmata menetes dari mata IBU kita,
Ketika melihat kita terbaring sakit..

Sesekali jenguklah IBU kita yang selalu menantikan kepulangan kita di rumah tempat kita dilahirkan..
Kembalilah minta maaf pada IBU yang selalu rindu akan senyum kita..

Jangan biarkan kita kehilangan saat-saat yang akan kita rindukan di masa datang ketika IBU telah tiada...

Tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita.
Tak ada lagi senyum indah..tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya..
Yang ada hanyalah baju yang tergantung di lemari kamarnya..

Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akan kita disetiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera....
Peluklah IBU yang selalu menyayangi kita..
Ciumlah kaki IBU..
Yang selalu merindukan kita.
Dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya...


dan jika ibu mu sudah di surga,

Kenanglah semua cinta & kasih sayangnya... berdoalah agar dia tersenyum di surga sana...
IBU...
Maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...

Wahai sobat yang berbakti berikanlah yang terbaik buat IBU mu..
Baik atau buruk,cantik atau jelek..
Ia tetap IBU kita..
Sukses buat kita semua...



"BANTU ADMIN NGE-SHARE  CERITA INI KEPADA ORANG LAIN BISA MELALUI FB ATAU APAPUN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENGHORMATI, MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA"

Ayah Jangan Menangis

0 komentar


"Ketika kamu menjadi laki-laki dewasa....
dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
AYAH harus melepasmu..
Tahukah kamu bahwa badan AYAH terasa kaku untuk memelukmu?
AYAH hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal AYAH ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang AYAH lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya,dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik nak..”
AYAH melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,
orang pertama yang mengerutkan kening adalah AYAH .
AYAH pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta mainan baru,
dan AYAH tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut AYAH adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin AYAH , Ia sangat ingin mengatakan "Iya mas, nanti AYAH belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu AYAH merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
AYAH adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. AYAH akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat
"putra kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Taukah kamu,saat tiba waktumu merajut keluarga baru dan lepas dari tanggung jawab ayahmu,
Dia adalah orang pertama yang merasa lega bahagia dan bangga..
Dan akhirnya....
Saat AYAH melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang wanita yang di anggapnya pantas mendampingimu,
AYAH pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu AYAH pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
AYAH menangis karena AYAH sangat berbahagia, kemudian AYAH berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, AYAH berkata:
"Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putra kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi laki-laki yang sukses dan berwibawa. Bahagiakanlah ia bersama istrinya"

Setelah itu AYAH hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk.
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. AYAH telah menyelesaikan tugasnya.

AYAH kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat.
bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis.
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal"

Izinkan Aku Mencintaimu Ibu

0 komentar
Izinkan Aku Menciummu Ibu ~ Beberapa waktu yang lalu Blog Library STIPAP pernah share sebuah artikel tentang  IBU yang mengisahkan cinta abadi seorang ibu terhadap anaknya. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan share sebuah cerita cinta seorang ibu juga tetapi dengan cerita yang berbeda. Semoga setelah menyimak cerita ini kalian bisa mengambil banyak pelajaran penting, sehingga kalian menjadi lebih tahu betapa pentingnya peran seorang ibu terhadap hidup kalian nanti.
 

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

Jumat, 16 November 2012

Saat Kenyataan Tak Sesuai Dengan Keinginan

0 komentar

Dalam menjalani hidup ini, tidak selama nya semua keinginan kita bisa kita dapatkan dengan mudah. Kadangkala apa yang kita inginkan harus benar-benar berusaha untuk kita gapai. bahkan kadang-kadang apa yang kita inginkan, yang menjadi kenyataan malah berkebalikan dengan keinginan kita tersebut. 



Berikut ini adalah 3 tips yang dapat kita lakukan ketika apa yang kita inginkan berkebalikan dengan kenyataan yang ada.

1. Berpikirlah ini yang terbaik untuk kita Saat kenyataan yang kita peroleh tidak sama dengan keinginan dalam pikiran kita, kita harus yakin bahwa inilah hal yang paling baik untuk kita. Kita tidak akan pernah tahu alur cerita yang telah ditetapkan oleh sang mahakuasa. Karena, segala sesuatu yang menurut pikiran kita baik, boleh jadi justru sebaliknya di mata allah. Kita harus selalu berpikir positif atas apapun yang sedang terjadi menimpa kita. Jangan biarkan satu kegagalan membuat semua impian kita yang lebih besar menjadi hilang. apalagi sampai membuat rasa frustasi yang berlarut-larut.

2.
Bergerak fleksibel Bergerak fleksibel, mengapa harus bergerak fleksibel ? Analogi nya seperti ini, ketika ada badai dan angin topan besar menerjang, tak jarang ada pohon yang memiliki batang yang sangat besar, akar-akar yang besar menjalar di tanah, malah tumbang. Seharusnya tidak tumbang kan, karena pohon tersebut memiliki batang dan akar yang besar. Lalu kenapa bisa tumbang? karena mereka justru tidak kuat menahan beban berat yang ia pikul. Namun cobalah lihat bambu, Karena batangnya yang lentur alias fleksibel, maka bambu dapat bergerak bebas mengikuti arah, dan jarang sekali tumbang Nah, mungkin kita juga seperti itu, Jika kita bertindak dan berpikir dinamis dan juga fleksibel, maka kita akan bisa lebih tahan dalam menghadapi segala macam rintangan dan masalah yang datang menghampiri kita.

3. Siapkan mental pemenang Akan lebih baik jika kemenangan itu kita dapatkan setahap demi setahap. Banyak orang sukses, tapi kemudian mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi, ada yang tidak. Liku hidup setiap manusia tidak sama. Tapi ingatlah satu hal bahwa kesempatan untuk mengagapai apa yang sebenarnya kita inginkan selalu terbuka lebar bagi siapa saja tanpa terkecuali. Saat kita memperoleh kegagalan dalam menggapai keinginan, ada baiknya kita instropeksi diri daripada menyalahkan takdir. Siapa tahu kita memang belum siap untuk menggapai apa yang kita inginkan. Bisa jadi apa yang kita inginkan tersebut hanya akan membuat kita menjadi sombong, dan karena saking sayang nya allah kepada hamba –Nya, Ia tidak mau hamba –Nya berbuat dosa Demikianlah beberapa tips yang bisa kita lakukan ketika kenyataan hidup kita tidak sesuai dengan keinginan kita. intinya semua yang menimpa kita sudah menjadi rencana allah yang kita tidak tahu akhirnya. Oleh karena itu, kita sekali-kali jangan menyalahkan apapun dan siapa pun kalau kita memperoleh kegagalan dalam menggapai keinginan. Allah mungkin mempunyai rencana yang lebih hebat dibalik kegagalan tersebut. semoga bermanfaat, amin.



Kesendirian Dan Menjadi Diri Sendiri

0 komentar
Berbicara tentang kesendirian semua orang pasti pernah merasakan, pernah mengalami dan pernah menginginkan kesendirian, sebuah keadaan dimana seseorang menginginkan dirinya untuk berada di suatu tempat yang lebih nyaman dalam sebuah hasrat atau keinginan jiwa yang ingin mencari ketenangan, bertemankan makhluk selain manusia , baik dalam kesedihan , kepasrahan , ketundukan dan atau bahkan keputusasaan.

Setiap manusia di dunia pasti pernah merasakan atau suatu saat akan merasakan, sebuah kenyamanan ataupun keinginan untuk hadir dalam sebuah kondisi di mana kenyamanan tersebut dapat muncul dengan alami,yang dapat dicapai oleh mereka dengan caranya masing-masing. Kenyamanan dalam kesendirian itu sendiri hadir ketika kita memasuki “ruang-ruang” di mana adanya interaksi antara tubuh dan pikiran serta hati yang saling mendukung dengan keadaan yang ada, sejenak ingin merasakan ketenangan atau mencari ketenangan. 

Hal ini bisa jadi berbeda pada tiap orang tentang cara menghadirkannya, namun dalam sebuah kesendirian baik yang dapat menimbulkan rasa nyaman pada area tersebut merupakan keinginan yang mendasari untuk terciptanya keadaan kesendirian yang mendukung kenyamanan. meskipun dilain tempat ada juga orang yang nyaman ketika hadirnya seseorang dengan kondisi yang memungkinkan, atau ketidakinginan hadirnya orang lain di ruang tersebut untuk menghadirkan kenyamanan yang ingin dirasakan. 

Keterbatasannya ruang-ruang di mana keinginan untuk nyaman, menyebabkan sebuah kondisi ingin lepas dari segala beban pikiran yang ada, seperti lepas dari masalah yang ada ataupun terkadang mempunyai perasaan ingin menghilang dari dunia ketika merasa sebuah masalah yang membebaninya belum dapat diselesaikan. Keadaan terganggunya pikiran dengan hadirnya objek lain yang tidak diharapkan merupakan sebuah inti dari permasalahan keseharian dari manusia.

Adanya sebuah momentum merupakan kata yang tepat untuk menjelaskan sebuah kesendirian, baik itu moment disaat senang maupun disaat sedih, Terjadinya moment tersebut didukung oleh hadirnya kita di dalam sebuah ruang di mana kita dapat berinteraksi dengan lingkungan yang dapat mempengaruhi jiwa atau pikiran yang secara alamiah dapat terpengaruhi oleh hadirnya hal-hal yang diharapkan, Sehingga perasaan dan sebuah kejadian yang dapat memutarbalikkan pikiran dan perasaan dapat dibangun oleh hadirnya ketenangan pada saat sendiri. Sebuah peristiwa, tragedi atau kejadian yang tidak terduga dalam hidup kita dapat terjadi kapan saja dan di mana saja yang hal tersebutlah yang akan menentukan nasib kita kedepannya.

Sendiri atau kesendirian bisa jadi solusi yang tepat disaat kita berada dalam situasi yang senang atau pun sedih sedang dilain sisi kita menginginkan adanya sebuah solusi atau jalan keluar untuk menumpahkan perasaan kita. tidak harus kita berhura - hura atau berpesta pora untuk menikmati suatu keadaan baik sedih maupun senang, karena hal tersebut justru akan menambah masalah disaat kita sedih, dan memberi masalah disaat kita senang. sendiri dan mendekatkan diri kepada-Nya, bertasbih memujinya , atau menikmati keindahan ciptaan-Nya.