• Koleksi Terbaru Perpustakaan
  • Tampilan Internet Free Untuk Pemustaka
  • Ruang baca Perpustakaan
  • Ruang Baca Perpustakaan
  • Ruang Koleksi Umum
  •  Ruang Koleksi Umum
  • OPAC PERPUSTAKAAN STIPAP
  • Ruang Koleksi Referensi
  • Ruang Koleksi Referensi
  • Ruang Baca Referensi
  •  Ruang Baca Referensi
  •  Pelayanan Sirkulasi
  • Telaah Pustaka
  •  Telaah Pustaka
  • Tampilan Depan Perpustakaan
  •  Tampilan Depan Perpustakaan
  •  Persentasi Perpustakaan Terbaik Sumatera Utara Tahun 2013
  •  Tampilan Kampus STIPAP
  •  Tampilan Kampus STIPAP
  •  Tampilan Kampus STIPAP
  •  Penghargaan Perpustakaan Terbaik Sumatera Utara
  •  Penghargaan Perpustakaan Terbaik Sumatera Utara
  •  Penghargaan Perpustakaan Terbaik Sumatera Utara
  •  Tampilan Kampus STIPAP
  •  Tampilan Kampus STIPAP

Welcome To Blog Library STIPAP Medan

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Library Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan Medan

LIBRARY AWARDS 2014

Perpustakaan Terbaik 2013

Senin, 14 Maret 2011

Menciptakan Akhir yang Baru

0 komentar

Dahulu dosen saya pernah berkata kira-kira seperti ini, “Saya tidak mau belajar dari kesalahan. Saya mau belajar dari kesuksesan.”


Saya pikir benar juga, karena “success breeds success”. Kesuksesan melahirkan kesuksesan.

Jika Anda pernah mendengar sebuah kutipan berbunyi “from failure we learn, from success not so much” itu sebenarnya kurang tepat. Intinya apakah kita cenderung belajar lebih banyak dari kegagalan, atau kesuksesan?

Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak bisa belajar dari kesalahan, tapi menurut sebuah penelitian belajar dari kesuksesan justru cenderung lebih positif.

Penelitian yang mengungkap hal ini dilakukan oleh seorang neuroscientist / ahli syaraf otak dari Massachusetts Institute of Technology bernama Earl Miller.

Sebenarnya penelitian ini dilakukan pada monyet (tentu karena yang diteliti neuronnya, bukan berarti kita sama dengan monyet) dan berlaku jika kesuksesan yang dialami diberi imbalan atau reward. Dengan adanya imbalan atau hal positif yang terasosiasi dengan kesuksesan tersebut, maka proses dalam neuron otak akan meningkat. 

Tapi ini tentu bukan berarti bahwa kita tidak bisa belajar dari kesalahan atau kegagalan.
Sebenarnya penelitian tersebut menunjukkan kondisi di mana kesuksesan diberi imbalan, sementara kegagalan tidak menimbulkan dampak negatif.

Jika misalnya kegagalan atau kesalahan yang Anda alami memberi konsekuensi buruk pada Anda seperti kehilangan uang, Miller mengatakan bahwa situasi ini mungkin justru bisa memberi umpan positif. Jadi, intinya kesalahan bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita.

Itulah mengapa dalam e-book targetpositif.com disampaikan bahwa kita perlu memberi imbalan pada diri sendiri atas keberhasilan, sekecil apapun keberhasilan itu dan sekecil apapun imbalan itu.

Terkait dengan hal ini baik dalam melangkah menuju hari baru, bulan baru, atau tahun baru, saya pikir ada satu kutipan terkenal yang ingin saya bagi:

“No one can go back and start a brand new start, anyone can start now and make a brand new ending.” - Carl Bard

Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan membuat awal yang baru, tapi kita bisa memulai sekarang dan menciptakan sebuah ending atau akhir yang baru.

Diri Anda sekarang juga bukanlah diri Anda selama ini. 

Kita selalu bisa melakukan hal-hal baru di saat sekarang dan meninggalkan hal-hal di masa lalu yang tidak bisa kita ubah, yang sudah tidak ada gunanya bagaikan “menggergaji serbuk gergaji”.

Ini seperti satu bagian dari lirik lagu Taylor Swift berjudul Innocent (yang katanya ditujukan pada Kanye West yang telah meminta maaf karena sempat menyela dirinya ketika menerima penghargaan VMA) yang sangat saya suka:

“Who you are is not where you’ve been.”
Keadaan Anda saat ini tidaklah sama dengan keadaan Anda selama ini.
Best regards,
Fadhil Fraya, AMd
Librarian

STIPAP Medan
fadhil_fraya@yahoo.co.id
http://www.stipap.ac.id/

0 komentar:

Posting Komentar