Welcome To Blog Library STIPAP Medan

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Library Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan Medan

LIBRARY AWARDS 2014

Perpustakaan Terbaik 2013

Senin, 21 Februari 2011

Pembangunan Tower PLN di Lahan PTPN Andalkan Sinergi BUMN

0 komentar

Pembangunan tower PLN yang dilakukan PLN Pikitring SUAR di atas lahan kebun milik PTPN (PTPN2, PTPN3 dan PTPN4) masih menunggu persetujuan Menteri Negara (Meneg) BUMN Mustafa Abubakar. Sejauh ini legitimasi (dasar) penggunaan lahan kebun milik BUMN perkebunan tersebut oleh PLN hanya mengandalkan sinergi antar-BUMN dan persetujuan lisan yang disampaikan pejabat Kementerian BUMN dalam dua kali pertemuan pada tahun 2010.
Humas PT PLN (Persero) Pikitring SUAR Ridwan dan staf PLN Pikitring SUAR Robert Purba membeberkan hal tersebut kepada sejumlah wartawan di Kantor Pikitring SUAR Jalan Dr Cipto Medan, Selasa (4/1). Penjelasan tersebut dikemukakan keduanya menanggapi kritikan beberapa pihak atas langkah pihaknya membangun tower di atas lahan milik PTPN meski belum direstui Meneg BUMN.

Robert mengklaim, mengacu pada sinergi BUMN, penggunaan lahan PTPN oleh PLN bisa dilakukan karena hal tersebut tidak menimbulkan terjadinya peralihan (pergeseran) aset.

Dikatakannya, pembangunan tower yang menjadi bagian vital dalam infrastruktur jaringan listrik sangat mendesak guna mengatasi krisis listrik berkepanjangan yang terjadi di Sumatera Utara, sekaligus bagian dari aksi BUMN listrik itu mendukung operasional bandara baru di Kualanamu (Deliserdang).

Menurut dia, selain berlandaskan pada sinergi antar BUMN, pembangunan tower tersebut sudah mendapat "restu" dari dua pejabat teras Kemeterian BUMN pada pertemuan yang digelar terkait pembangunan jaringan transmissi listrik tersebut yang dilaksanakan pada tahun 2010.

Menurut Robert, persetujuan lisan tersebut disampaikan Agus Pakpahan dan Sahala Lumbangaol yang ketika itu masing-masing masih menjabat Deputi Meneg BUMN.

Sebelumnya General Manager PLN Pikitring SUAR Bintatar Hutabarat kepada MedanBisnis dalam pembicaraan melalui telepon pada akhir tahun 2010 mengatakan, lambannya penerbitan persetujuan Meneg BUMN karena lambannya birokrasi pemerintah.

248 Unit Tower
Robert memaparkan, tercatat ada 248 unit tower penyambung jaringan listrik yang akan dibangun di atas lahan PTPN. Ke-248 unit tower tersebut masing-masing membutuhkan lahan kebun seluas berkisar 152.566 meter persegi.

Mengenai nilai ganti rugi atas penggunaan lahan yang akan dibayar pihak PLN kepada PTPN, Robert mengaku hal tersebut merupakan kewenangan pihak PTPN.

Robert menyebutkan, tower tersebut akan dibangun di atas lahan PTPN2 (174 tower), PTPN3 (49 tower) dan PTPN4 (74 tower).

Dikatakannya, seluruh tower tersebut dibangun oleh perusahaan penyedia jasa pemenang tender yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Perusahaan dimaksud sebagian milik pengusaha Sumut dan juga pengusaha dari luar Sumatera Utara. (13/01/2011/fdl)
Best regards,
Fadhil Fraya, AMd
Librarian

STIPAP Medan
fadhil_fraya@yahoo.co.id
http://www.stipap.ac.id/

0 komentar:

Poskan Komentar